Langsung ke konten utama

Pelajaran Berharga dari Bulan Dzulhijjah


16/30 (30 Juli 2020)
Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang mulia terutama sepuluh hari awal darinya.Oleh sebab itu, pentingnya kita untuk kembali berbenah diri, mengambil pelajaran dari bulan yang mulia ini kemudian menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Bulan ini mengajarkan banyak hal kepada kita, dan juga dijadikan sebagai sarana untuk meraih hasanah yang banyak.

 Ada beberapa pelajaran berharga yang dapat kita petik dari keutamaan Dzulhijjah. Apa saja itu?
Sahabat Maribaraja, mari kita simak dan catat faedahnya disini :

1. Memurnikan peribadahan hanya kepada Allah

Semua hidup kita adalah untuk ibadah, karena memang kita diciptakan hanya untuk itu. Bukan untuk sekedar makan, minum dan bersenang-senang. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kapadaku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

2. Menyempurnakan Ittiba’

Ittiba‘ adalah melakukan ibadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena memang tauhid dan ittiba’ merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Allah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” ( Al-Ahzab; 21 )

3. Tunduk kepada perintah Allah.

Ketundukkan adalah hal yang dituntut dari seorang hamba. Karena, makna dari ibadah secara bahasa adalah tunduk dan menghinakan diri di hadapan Allah. Berkaitan dengan bulan ini dan syariat di dalamnya maka kita dapat mengambil pelajaran dari Nabi Ibrahim alaihissalam.

4. Jujur dan konsekuen kepada Allah

Bulan Dzulhijjah dengan salah satu dari syariat ibadahnya mengajarkan kepada manusia untuk bersikap jujur dan konsekuen dalam berjanji dan bermuamalah kepada Allah. Allah berfirman:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. (QS. Al-Baqarah: 196)

Maka barang siapa yang keadaannya demikian dalam hubungan kepada Allah, akan berpengaruh pula dalam mu’amalahnya antar sesama manusia.

5. Interaksi yang baik antar sesama

Haji dan qurban disyariatkan untuk beberapa hikmah yang mendalam, diantaranya adalah untuk menjadikan kita manusia berakhlak dan membersihkan hati dari penyakit dengki, dan segala kotorannya. Membersihkan lisan dari segala ucapan yang kotor:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh berkata yang kotor, berbuat Fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.“ (QS. Al-Baqarah: 197)




Komentar