Persoalan utama yang perlu mendapat perhatian secara mendalam terkait dengan kebijakan moneter adalah apakah proses kebijakan moneter, khususnya mekanisme transmisi, memiliki hubungan yang positif terhadap ekonomi sektor riil.Dalam konteks ekonomi Islam, sektor moneter haruslah memiliki keterkaitan dengan sektor ril. Karena jika sektor moneter tidak memiliki dampak langsung terhadap ekonomi sektor ril, dapat dipastikan bahwa ekonomi berkembang dalam lingkaran ribawi. Mekanisme transmisi adalah saluran atau mekanisme yang menjembatani kebijakan moneter dan ekonomi.
A. Konsep Mekanisme Moneter
Mekanisme transmisi kebijakan moneter, menurut Taylor adalah “the process through which monetary policy decisions are transmitted into changes in real GDP and inflation.” Mekanisme transmisi moneter dimulai sejak otoritas moneter atau bank sentral bertindak menggunakan instrumen moneter dalam pelaksanaan kebijakan moneternya sampaiterlihat pengaruhnya terhadap aktivitas perekonomian, baik secara langsung maupun secara bertahap. Pengaruh kebijakan tersebut terhadap kegiatan ekonomi akan terjadi melalui berbagaisaluran atau channel, yaitu saluran uang (langsung), saluran suku bunga, saluran kredit, saluran nilai tukar, saluran harga aset dan saluran ekspektasi.
B. Tahapan Mekanisme Moneter
Pada dasarnya transmisi kebijakan moneter merupakan interaksi antara bank sentral sebagai otoritas moneter dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya, serta pelaku ekonomi lainnya di sektor riil. Interaksi ini terjadi melalui dua tahapan proses perputaran uang. Pertama, interaksi antara bank sentral dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya dalam berbagai transaksi di pasar keuangan. Kedua, interaksi yang berkaitan dengan fungsi intermediasi antara industri perbankan dan lembaga keuangan lainnya dengan para pelaku ekonomi dalam berbagai kegiatan di sektor riil.
C. Saluran Transmisi Kebijakan Moneter
Seperti telah dibahas sebelumnya sejalan dengan pertumbuhan ekonomiyang pesat dan perubahan struktural dalam sektor moneter, terdapat setidaknya enam saluran mekanisme transmisi kebijakan moneter yang telah umum dikemukakan dalam teori moneter kontemporer. Keenam saluran tersebut adalah saluran moneter langsung (direct monetary channel), saluran suku bunga (interest rate channel), saluran kredit (credit channel),saluran nilai tukar, saluran harga aset (asset price channel) dan ekspektasi (expectation channel).
Tranmisi kebijakan moneter melalui saluran langsung atau saluran uang mengacu pada teori klasik tentang peranan uang dalam perekonomian, yang pertama kali dibahas oleh Fisher dalam Teori Kuantitas Uang atau Quantity Theory of Money. Pada dasarnya teori ini menggambarkan kerangka yang jelas tentang analisis hubungan langsung antara uang beredar dan harga yang dinyatakan oleh persamaan populer: MV = PT. Dalam kondisi keseimbangan, jumlah uang beredar yang digunakan dalam berbagai transaksi ekonomi (MV) adalah sama dengan total output nominal yang dihitung dengan harga berlaku yang ditransaksikan dalam suatu perekonomian. Teori kuantitas uang ini menekankan bahwa permintaan uang oleh masyarakat semata-mata untuk keperluan transaksi. Dalam perkembangannya, pendekatan ini telah direvisi oleh Keynes, yang menyatakan bahwa motif permintaan uang adalah untuk keperluan transaksi, berjaga-jaga dan spekulasi.
D.
Komentar
Posting Komentar